16 Nov 2014

1a1

DAPUR sangat dekat dari sini. Aku menuju dapur dengan berjalan pelan-pelan. 
“ oh sial.. ada orang” aku mendengar suara tapak kaki di ruangan sebelahku. Pintu tidak tertutup.  
“ hacooh” terdengar lagi orang itu bersin. Aku mengintip dengan hati-hati dari balik pintu. Terlihat seorang pria duduk pas di depan pintu dapur,  sedang melihat dengan tenang ikan-ikan di  aquarium. Aku ingat orang itu dari file yang aku baca di command centre. Joni. Seorang pasien yang sangat mudah orgasme. Ejakuasi dini yang di deritanya sangat parah. Sehingga joni menjadi gila dan sering menyendiri. Sepertinya dia tidak berbahaya.
Aku harus melewati pintu ini untuk kedapur.  aku lepas Bra dan celana dalamku dan melemparnya ke lantai.  Aku beranikan diri untuk menghampirinya.  
“ hai” sapaku. “ boleh aku lewat “ kataku lagi. Jonii tidak bergeming. Dan tetap asyik memandangi aquarium. 
“ joni maukah kau aku temani? Apakah kau tidak mau menyentuhku?” kataku sambil meremas payudaraku saat dia menoleh kepadaku. Aku melihat penis joni langsung berdiri tegak melihatku memainkan putingku. Penis joni sangat lurus dan panjang.  
“ ayo joni.. tolong sentuh aku.” Godaku lagi. Joni memundurkan badannya. 
“ kamu tahu apa yang akan aku berikan padamu joni?” aku merangkak mendekati joni. Tampak joni semakin melotot melihat payudaraku yang mengantung.  
“ aku akan membalut penismu dengan air liurku yang hangat dan mengulumnya dengan bibirku” godaku semakin mendekatinya. 


“ ohh.. please berhenti” teriak joni. Aku malah menjadi semakin berani 
“ akan aku maju mundurkan mulutku mengitari penismu dan pangkal pahamu  akan merasakan seberapa dalam tenggorokanku” desahku sambil makin mendekatkan mulutku ke penis joni yang sudah keras. 
“ aku akan menghisap dan menelan semua yang akan dikeluarkan oleh penismu dan aku akan.. ” 
“ oohh.. jangan.. hentikan”.. croot.. croot” penis Joni sudah memuntahkan spermanya. Saat joni memejamkan mata menikmati orgasmenya, langsung aku suntikkan pistol biusku di penisnya. 
“ haaa.. aman” pikirku melihat joni sudah terkulai tidur. 
“ehhmm.. benar-benar penis tidak berguna meskipun besar dan panjang” gumamku.

Aku langkahi tubuh joni dan segera membuka pintu dapur. Saat aku melangkah masuk ke dapur tiba-tiba aku merasakan pantatku dicium oleh seseorang dari belakang.  Aku melihat seorang pria kurus dengan potongan rambut yang aneh. 
“ kamu kehilangan ini cinderela” katanya sambil menunjukkan celana dalamku yang aku lepas tadi. Ternyata dia adalah ramon. Seorang sniffer. Ramon akan sangat terangsang bila menemukan bau celana dalam wanita. Ramon sangat suka mencuri celana dalam wanita. dia akan mengenali pemilik celana dalam tersebut dari baunya. Dan akan berusaha menyetubuhi pemilik celana dalam tersebut.

Tubuhku langsung di dekap dari belakang. Ramon menciumi punggungku, tangan kirinya masuk ke lubang vaginaku sedang tangan kanannya masuk ke lubang analku. Terasa jarinya yang kasar masuk keluar di kedua lubang pangkal pahaku. 
“ aahhh…” teriakku. Aku sangat kaget merasakan sensasi luar biasa yang ditimbulkan oleh jari-jari ramon. Terasa nikmat di dua lubang secara bersamaan. Ramon menidurkanku tengkurap di lantai dapur dan berusaha memasukkan penisnya ke vaginaku yang sudah basah karena jarinya tadi.

kamu yakin mau lanjutkan ini?