DAPUR sangat dekat dari sini. Aku menuju dapur dengan
berjalan pelan-pelan.
“ oh sial.. ada orang” aku mendengar suara tapak kaki di
ruangan sebelahku. Pintu tidak tertutup.
“ hacooh” terdengar lagi orang itu bersin. Aku mengintip dengan
hati-hati dari balik pintu. Terlihat seorang pria duduk pas di depan pintu
dapur, sedang melihat dengan tenang
ikan-ikan di aquarium. Aku ingat orang
itu dari file yang aku baca di command centre. Joni. Seorang pasien yang sangat
mudah orgasme. Ejakuasi dini yang di deritanya sangat parah. Sehingga joni
menjadi gila dan sering menyendiri. Sepertinya dia tidak berbahaya.
Aku harus melewati pintu ini untuk kedapur. aku lepas Bra dan celana dalamku dan
melemparnya ke lantai. Aku beranikan
diri untuk menghampirinya.
“ hai”
sapaku. “ boleh aku lewat “ kataku lagi. Jonii tidak bergeming. Dan tetap asyik
memandangi aquarium.
“ joni maukah kau aku temani? Apakah kau tidak mau
menyentuhku?” kataku sambil meremas payudaraku saat dia menoleh kepadaku. Aku
melihat penis joni langsung berdiri tegak melihatku memainkan putingku. Penis
joni sangat lurus dan panjang.
“ ayo
joni.. tolong sentuh aku.” Godaku lagi. Joni memundurkan badannya.
“ kamu tahu
apa yang akan aku berikan padamu joni?” aku merangkak mendekati joni. Tampak
joni semakin melotot melihat payudaraku yang mengantung.
“ aku akan membalut penismu dengan air liurku
yang hangat dan mengulumnya dengan bibirku” godaku semakin mendekatinya.
“
ohh.. please berhenti” teriak joni. Aku malah menjadi semakin berani
“ akan aku
maju mundurkan mulutku mengitari penismu dan pangkal pahamu akan merasakan seberapa dalam tenggorokanku”
desahku sambil makin mendekatkan mulutku ke penis joni yang sudah keras.
“ aku
akan menghisap dan menelan semua yang akan dikeluarkan oleh penismu dan aku akan..
”
“ oohh.. jangan.. hentikan”.. croot.. croot” penis Joni sudah memuntahkan
spermanya. Saat joni memejamkan mata menikmati orgasmenya, langsung aku
suntikkan pistol biusku di penisnya.
“ haaa.. aman” pikirku melihat joni sudah
terkulai tidur.
“ehhmm.. benar-benar penis tidak berguna meskipun besar dan
panjang” gumamku.
Aku langkahi tubuh joni dan segera membuka pintu dapur. Saat
aku melangkah masuk ke dapur tiba-tiba aku merasakan pantatku dicium oleh
seseorang dari belakang. Aku melihat
seorang pria kurus dengan potongan rambut yang aneh.
“ kamu kehilangan ini
cinderela” katanya sambil menunjukkan celana dalamku yang aku lepas tadi.
Ternyata dia adalah ramon. Seorang sniffer. Ramon akan sangat terangsang bila
menemukan bau celana dalam wanita. Ramon sangat suka mencuri celana dalam
wanita. dia akan mengenali pemilik celana dalam tersebut dari baunya. Dan akan
berusaha menyetubuhi pemilik celana dalam tersebut.
Tubuhku langsung di dekap dari belakang. Ramon menciumi
punggungku, tangan kirinya masuk ke lubang vaginaku sedang tangan kanannya
masuk ke lubang analku. Terasa jarinya yang kasar masuk keluar di kedua lubang
pangkal pahaku.
“ aahhh…” teriakku. Aku sangat kaget merasakan sensasi luar
biasa yang ditimbulkan oleh jari-jari ramon. Terasa nikmat di dua lubang secara
bersamaan. Ramon menidurkanku tengkurap di lantai dapur dan berusaha memasukkan
penisnya ke vaginaku yang sudah basah karena jarinya tadi.
kamu yakin mau lanjutkan ini?






.jpg)
