Beberapa menit kemudian, ketika ada sesuatu yang lain di dalam vaginaku, semakin kupercepat jari ini
kukeluar-masukkan. Tanpa sadar, ketika aku akan mencapai orgasme, aku membalikkan badan dan aku memasukkan jari
telunjuk ke dalam lubang vaginaku. Dalam keadaan telentang aku mengangkangkan selebar mungkin
pahaku. Kini dua jariku yang keluar masuk di lubang vaginaku. Maka kenikmatan itu berlanjut hebat
sehingga tanpa sadar aku meremas-remas payudaraku.
Pinggul Vito yang turun naik dan kaki Andra yang terbuka
lebar membuat darahku berdesir, menimbulkan denyut-denyut di bagian sensitifku,
kumasukan tangan kiri kebalik celana pendek dan CD. Tubuhku bergetar begitu
jari-jemariku meraba-raba kewanitaanku.
"Ssshh.. sshh" desisku tertahan manakala jari
tengahku menyentuh bibir kemaluanku yang sudah basah, sesaat life show Vito
dan Andri terlupakan. Kesadaranku kembali begitu mendengar pekikan Andri
"Adduuhh.. Too.. nikmat sekalii" Andri terbuai
dalam birahinya yang menggebu-gebu.
"Nikmati An.. nikmati sepuas-puasnya"
"Ssshh.. ahh.. ohh.. ennaak Too"
"Punya kamu enaakk sekalii An.. uugghh"
"Ohh.. Too.. aku sayang kamu.. sshh" desah Andri seraya memeluk, pujian Vito rupanya membuat Andri lebih agresif, pantatnya
bergoyang mengikuti irama hentakan-hentakan turun-naik pantat Vito.
"Enaak An.. terus goyang.. uhh.. eenngghh"
merasakan goyangan Andri, Vito semakin mempercepat hujaman-hujaman
kejantanannya.
"Ahh.. aahh.. Too.. teruss.. sayaang" pekik Andri.
Semakin liar keduanya bergumul, keringat kenikmatan
membanjir menyelimuti tubuh mereka.
"Too.. tekan sayangg.. uuhh.. aku mau ke.. kelu..
aarrghh" erang Andri.
Vito menekan pantatnya dalam-dalam dan tubuh keduanya pun
mengejang. Gema erangan kenikmatan mereka memenuhi seantero kamar dan kemudian
keduanya.. terkulai lemas.
melihat itu semua Aku mengangkat ke atas pinggulku
sambil tidak melepas kedua jariku menancap di lubang vaginaku. Beberapa lama tubuhku merinding,
mengejang, dan nikmat tidak terkira. Sampai pada akhirnya aku melemas dan pinggulku turun secara
cepat ketika kenikmatan itu perlahan berkurang.
Aku mencabut jari jemariku dan cairan yang menempel di jari-jari itu segera kujilati. Asin campur
gurih yang kurasakan di lidahku. Dengat mata yang terpejam-pejam kembali aku membayangkan penis
Vito yang sedang kuciumi, kuhisap, dan kurasakan. Cairan yang asin dan gurih itu kubayangkan
sperma Vito. Ohhh.., nikmatnya semua ini.
Tiba-tiba.. terdengar pintu di dobrak dengan kencang. "ANGKAT TANGAN!!"Hardik seseorang yang masuk dengan paksa tadi yang ternyata seorang polisi.
Kami semua di tangkap karena kelakuan Susi dan Kelvin yang ternyata sedang pesta Narkoba. digiring dengan pakaian berantakan di mobil polisi merupakan pengalaman terburuk dalam hidupku.
Kami semua dipanjara. Semua cita-citamu menjadi sebuah mimpi buruk bagimu dan orangtuamu. semua rencana masa depanmu berantakan.
3 tahun kemudian..
Dengan menghisap rokok dalam-dalam, Aku menyadari ada seorang yang menyapakuu " Jen.. hotel ground kamar 508 ya.." sahutnya. " ya mam" sahutku. Kamu sekarang mendapatkan penghasilan dengan menjadi Wanita panggilan.
Dengan menghisap rokok dalam-dalam, Aku menyadari ada seorang yang menyapakuu " Jen.. hotel ground kamar 508 ya.." sahutnya. " ya mam" sahutku. Kamu sekarang mendapatkan penghasilan dengan menjadi Wanita panggilan.
sekarang kamu benar-benar menyesali keputusanmu
-- T A M A T --






