12 Nov 2014

Jennifer e1.a1.2ba

Beberapa menit kemudian, ketika ada sesuatu yang lain di dalam vaginaku, semakin kupercepat jari ini kukeluar-masukkan.  Tanpa sadar, ketika aku akan mencapai orgasme, aku membalikkan badan dan aku memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang vaginaku. Dalam keadaan telentang aku mengangkangkan selebar mungkin pahaku. Kini dua jariku yang keluar masuk di lubang vaginaku. Maka kenikmatan itu berlanjut hebat sehingga tanpa sadar aku meremas-remas payudaraku.
aku merasa kedua jariku hangat sekali dan semakin licin. 



Pinggul Vito yang turun naik dan kaki Andra yang terbuka lebar membuat darahku berdesir, menimbulkan denyut-denyut di bagian sensitifku, kumasukan tangan kiri kebalik celana pendek dan CD. Tubuhku bergetar begitu jari-jemariku meraba-raba kewanitaanku.
"Ssshh.. sshh" desisku tertahan manakala jari tengahku menyentuh bibir kemaluanku yang sudah basah, sesaat life show Vito dan Andri terlupakan. Kesadaranku kembali begitu mendengar pekikan Andri
"Adduuhh.. Too.. nikmat sekalii" Andri terbuai dalam birahinya yang menggebu-gebu.
"Nikmati An.. nikmati sepuas-puasnya"
"Ssshh.. ahh.. ohh.. ennaak Too"
"Punya kamu enaakk sekalii An.. uugghh"
"Ohh.. Too.. aku sayang kamu.. sshh" desah Andri seraya memeluk, pujian Vito rupanya membuat Andri lebih agresif, pantatnya bergoyang mengikuti irama hentakan-hentakan turun-naik pantat Vito.
"Enaak An.. terus goyang.. uhh.. eenngghh" merasakan goyangan Andri, Vito semakin mempercepat hujaman-hujaman kejantanannya.
"Ahh.. aahh.. Too.. teruss.. sayaang" pekik Andri.
Semakin liar keduanya bergumul, keringat kenikmatan membanjir menyelimuti tubuh mereka.
"Too.. tekan sayangg.. uuhh.. aku mau ke.. kelu.. aarrghh" erang Andri.

Vito menekan pantatnya dalam-dalam dan tubuh keduanya pun mengejang. Gema erangan kenikmatan mereka memenuhi seantero kamar dan kemudian keduanya.. terkulai lemas.

melihat itu semua Aku mengangkat ke atas pinggulku sambil tidak melepas kedua jariku menancap di lubang vaginaku. Beberapa lama tubuhku merinding, mengejang, dan nikmat tidak terkira. Sampai pada akhirnya aku melemas dan pinggulku turun secara cepat ketika kenikmatan itu perlahan berkurang. Aku mencabut jari jemariku dan cairan yang menempel di jari-jari itu segera kujilati. Asin campur gurih yang kurasakan di lidahku. Dengat mata yang terpejam-pejam kembali aku membayangkan penis Vito yang sedang kuciumi, kuhisap, dan kurasakan. Cairan yang asin dan gurih itu kubayangkan sperma Vito. Ohhh.., nikmatnya semua ini.

Tiba-tiba.. terdengar pintu di dobrak dengan kencang. "ANGKAT TANGAN!!"Hardik seseorang yang masuk dengan paksa tadi yang ternyata seorang polisi.

Kami semua di tangkap karena kelakuan Susi dan Kelvin yang ternyata sedang pesta Narkoba. digiring dengan pakaian berantakan di mobil polisi merupakan pengalaman terburuk dalam hidupku.
Kami semua dipanjara. Semua cita-citamu menjadi sebuah mimpi buruk bagimu dan orangtuamu. semua rencana masa depanmu berantakan. 

3 tahun kemudian..
Dengan menghisap rokok dalam-dalam, Aku menyadari ada seorang yang menyapakuu " Jen.. hotel ground kamar 508 ya.." sahutnya. " ya mam" sahutku. Kamu sekarang mendapatkan penghasilan dengan menjadi Wanita panggilan.
sekarang kamu benar-benar menyesali keputusanmu

-- T A M A T --