16 Nov 2014

1a2b--

“Bila kamu tidak menurut, kamu akan seperti dia” katanya dengan nada pelan tapi terdengar sangat mengerikan. Aku hanya bisa pasrah sambil menangis tanpa henti. Aku coba mengulum penis itu. “ yes.. itu lebih baik” katanya. Sekarang buat kita semua orgasme. Pria itu tidur terlentang di altar, menuntunku untuk memasukan penisnya ke vaginaku. Aku buka pahaku lebar-lebar dan memegang penisnya, lalu aku sentuhkan ke mulut vaginaku. Pria itu langsung mengangkat pantatnya. Dengan sekali hentakan penisnya sudah menghujam masuk ke dalam vaginaku. Penis itu langsung bergerak cepat keluar masuk vaginaku.  Teman-temannya mulai beraksi. Tanganku mengocok dua penis di kiri kananku, yang satu berdiri di depanku dan menjepitkan penisnya di belahan payudaraku. Dikocoknya penis itu di belahan payudaraku sambil meremas-remasnya. Sedangkan yang terakhir mulai menempelkan ujung penisnya ke lubang analku. 

“blesshh”.. kedua penis itu sudah mengisi setiap relung didalam anal dan vaginaku. Aku teriak-teriak. Rasa nikmat menyeruak keluar di antara kengerianku. Hatiku masih sangat ngeri dengan apa yang terjadi saat ini. Tapi tubuhku tidak memungkiri bila semua ini sangat nikmat. Kedua penis yang mengocok anal dan vaginaku bergesekan sangat cepat. Aku tidak tahan lagi. Tidak lama kemudian aku merasakan semua tubuhku mengejang menahan nikmat. Aku berteriak nyaring saat dari vaginaku meleleh cairan orgasmeku. lalu pria yang berdiri di hadapanku menumpahkan spermanya membasahi kedua payudaraku, disusul oleh tanganku yang semakin cepat mengocok penis di kiri kananku. Berbarengan semburan spermanya membasahi pundakku. Kemudiaan aku merasa analku semakin berdenyut dan pria dibelakangku makin keras menyodokkan penisnya memasuki liang analku. Dalam sekejab pantat dan lubang analku sudah banjir oleh spermanya. 



Yang terakhir aku diangkat pinggangku lalu dihajarnya vaginaku dengan tusukan-tusukan penis yang sangat cepat. Aku mengelinjang hebat dan keluar untuk yang kedua kalinya berbarengan dengan penis didalm vaginaku memuncratkan cairan hangat yang begitu banyak hingga meleleh di pahaku. Lalu Mereka semua bangkit dan menyodorkan penisnya di mulutku. Aku jilati sisa sperma mereka semua sampai mulutku belepotan. Dan aku terkulai lemas. Seluruh tubuhku mengkilat bermandikan sperma.
Tiba-tiba ruangan dipenuhi oleh asap yang sangat tebal. Tanpa sengaja aku menghirup asap itu. Aku tidak bisa bernafas. Kepalaku sangat pusing, pandanganku kabur. Aku langsung pergi ke ujung untuk muntah karena perutku menjadi sangat mual. Terlihat mereka semua juga mengalami hal yang sama denganku. Aku kemudian pingsan. Aku merasakan bahwa aku mendekati akhir ajalku. Dalam pingsanku aku bermimpi 1500 pasien semua memperkosaku. Mereka semua menumpahkan birahinya pada tubuhku. Aku melihat semua sedang bercinta. semua bagian Tubuhku terasa sangat sakit. Aku merasa melayang di udara, mengikuti sebuah cahaya, yang akhirnya menjadi gelap, dan sangat gelap gulita. Dan tiba-tiba cahaya itu kembali lagi menyinari mataku sampai menyilaukanku.

“ dokter.. dokter.. apakah kamu tidak apa-apa?” Tanya pria berseragam sambil menyinari senter di mataku.  
“ uhh.. ya.. ya” sahutku masih tanpa busana. Aku lihat sudah banyak pasukan pusat control disekitarku. Tubuh-tubuh pengabdi setan juga masih bergeletakan disebelahku. Ternyata pasukan pusat control yang menembakkan asap bius itu ke pesawat ini. Yang membuat seisi pesawat ini menjadi tertidur dan pesawat kembali dibawah kendali pusat control. Mereka menjemputku sebelum pesawat mendarat di mars. Aku berdiri terhuyung-huyung, menerima selimut dari petugas para medic dan menutupi tubuh. “ ooh.. terima kasih Tuhan semua ini sudah berlalu.. “

--T  A M A T--