“Bila kamu tidak menurut, kamu akan seperti dia” katanya
dengan nada pelan tapi terdengar sangat mengerikan. Aku hanya bisa pasrah
sambil menangis tanpa henti. Aku coba mengulum penis itu. “ yes.. itu lebih
baik” katanya. Sekarang buat kita semua orgasme. Pria itu tidur terlentang di
altar, menuntunku untuk memasukan penisnya ke vaginaku. Aku buka pahaku
lebar-lebar dan memegang penisnya, lalu aku sentuhkan ke mulut vaginaku. Pria itu
langsung mengangkat pantatnya. Dengan sekali hentakan penisnya sudah menghujam
masuk ke dalam vaginaku. Penis itu langsung bergerak cepat keluar masuk
vaginaku. Teman-temannya mulai beraksi.
Tanganku mengocok dua penis di kiri kananku, yang satu berdiri di depanku dan
menjepitkan penisnya di belahan payudaraku. Dikocoknya penis itu di belahan
payudaraku sambil meremas-remasnya. Sedangkan yang terakhir mulai menempelkan
ujung penisnya ke lubang analku.
“blesshh”.. kedua penis itu sudah mengisi
setiap relung didalam anal dan vaginaku. Aku teriak-teriak. Rasa nikmat
menyeruak keluar di antara kengerianku. Hatiku masih sangat ngeri dengan apa
yang terjadi saat ini. Tapi tubuhku tidak memungkiri bila semua ini sangat
nikmat. Kedua penis yang mengocok anal dan vaginaku bergesekan sangat cepat.
Aku tidak tahan lagi. Tidak lama kemudian aku merasakan semua tubuhku mengejang
menahan nikmat. Aku berteriak nyaring saat dari vaginaku meleleh cairan
orgasmeku. lalu pria yang berdiri di hadapanku menumpahkan spermanya membasahi
kedua payudaraku, disusul oleh tanganku yang semakin cepat mengocok penis di
kiri kananku. Berbarengan semburan spermanya membasahi pundakku. Kemudiaan aku
merasa analku semakin berdenyut dan pria dibelakangku makin keras menyodokkan
penisnya memasuki liang analku. Dalam sekejab pantat dan lubang analku sudah
banjir oleh spermanya.
Yang terakhir aku diangkat pinggangku lalu dihajarnya
vaginaku dengan tusukan-tusukan penis yang sangat cepat. Aku mengelinjang hebat
dan keluar untuk yang kedua kalinya berbarengan dengan penis didalm vaginaku
memuncratkan cairan hangat yang begitu banyak hingga meleleh di pahaku. Lalu
Mereka semua bangkit dan menyodorkan penisnya di mulutku. Aku jilati sisa
sperma mereka semua sampai mulutku belepotan. Dan aku terkulai lemas. Seluruh
tubuhku mengkilat bermandikan sperma.
Tiba-tiba ruangan dipenuhi oleh asap yang sangat tebal.
Tanpa sengaja aku menghirup asap itu. Aku tidak bisa bernafas. Kepalaku sangat
pusing, pandanganku kabur. Aku langsung pergi ke ujung untuk muntah karena
perutku menjadi sangat mual. Terlihat mereka semua juga mengalami hal yang sama
denganku. Aku kemudian pingsan. Aku merasakan bahwa aku mendekati akhir ajalku.
Dalam pingsanku aku bermimpi 1500 pasien semua memperkosaku. Mereka semua
menumpahkan birahinya pada tubuhku. Aku melihat semua sedang bercinta. semua
bagian Tubuhku terasa sangat sakit. Aku merasa melayang di udara, mengikuti
sebuah cahaya, yang akhirnya menjadi gelap, dan sangat gelap gulita. Dan
tiba-tiba cahaya itu kembali lagi menyinari mataku sampai menyilaukanku.
“ dokter.. dokter.. apakah kamu tidak apa-apa?” Tanya pria
berseragam sambil menyinari senter di mataku.
“ uhh.. ya.. ya” sahutku masih tanpa busana.
Aku lihat sudah banyak pasukan pusat control disekitarku. Tubuh-tubuh pengabdi
setan juga masih bergeletakan disebelahku. Ternyata pasukan pusat control yang
menembakkan asap bius itu ke pesawat ini. Yang membuat seisi pesawat ini
menjadi tertidur dan pesawat kembali dibawah kendali pusat control. Mereka
menjemputku sebelum pesawat mendarat di mars. Aku berdiri terhuyung-huyung,
menerima selimut dari petugas para medic dan menutupi tubuh. “ ooh.. terima
kasih Tuhan semua ini sudah berlalu.. “
--T A M A
T--






