16 Nov 2014

Pesawat Terkutuk

2075

“Pemindahan complete..  sekarang kita beralih ke autopilot” suara computer terdengar. 
“ aaahh akhirnya..” gumamku. Setelah delapan bulan berlalu terasa seperti baru kemarin. 
“ Ayo cepat kita lakukan cek monitor” teriak Ken. 
“ tenang sayang.. jangan buru-buru” sahut lili dengan masih mengenakan baju dalam.

Ya.. kami berada Diluar bumi menuju planet MARS. Ada tiga orang awak kapal sebagai astronot. Ken sebagai engineer, Lili sebagai psikiater dan Aku Luna sebagai Dokter. Kapal kami berisi 1.500 orang tidak waras dan narapidana yang akan di asingkan di planet Mars. Semua dalam kotak dengan kondisi di tidurkan. Sekelompok sampah masyarakat. Aku benar-benar tidak mengerti dengan para politikus yang menugaskan ini semua. Bagaimana bisa menyembuhkan penyakit para sampah masyarakat ini bila di asingkan disana.. walau sebenarnya bagi kami tidak ada masal;ah asal mereka membayar mahal kontrak ini.
Lili mempunyai hubungan khusus dengan Ken. Mereka kadang bertengkar dibelakangku saat Ken menggodaku. Aku melangkah keluar dari baju astronot dan memakai baju seragamku yang didesain tahan terhadap segala perubahan udara. Lili dan Ken masuk kamar mereka dengan tertawa-tawa kecil. Entahlah apa yang mereka mau rencanakan di dalam kamar. Sudah biasa buatku mendengar mereka. Setelah memakai seragam aku mulai mengerjakan penelitianku dalam upaya untuk menyembuhkan penyakit kejiwaan. Aku sangat tertarik pada kasus dani. Salah satu pasien disini, seseorang yang sangat tampan yang menjadi gila setelah ibunya meninggal. Dani tidak pernah melihat ayahnya karena ayahnya meninggal saat dani masih dalam kandungan. Dani  sangat mencintai ibunya sendiri bahkan mereka hidup seperti suami istri. Semua wanita dipanggil “mama” olehnya. 
“ Ken sekalian cek pistol tidurnya, apakah sudah terisi penuh batterynya” teriakku. 
“ Tenang dok.. full of charge” sahut Ken sambil kembali memeluk Lili.
Tidak lama kemudian terdengar teriakan dan lenguhan Lili dan Ken dari dalam kamar mereka.. “ aahh.. uuhhh.. oohh” teriak mereka. “ ehmmm. Datang lagi deh “ gumamku. Aku seorang perempuan yang dingin. Tidak suka sex dan workaholic. Terakhir aku berhubungan sex adalah dengan mantan suamiku. Buatku sex sangat tidak menyenangkan. Sakit dan capek. Atau mungkin karena aku tidak ada rasa dengan suamiku dulu. Memang pernikahan kita karena dijodohkan oleh keluargaku. Aahh.. entahlah.
“ dok mau ikut kita ke dapur untuk sarapan?” Tanya Ken. Oh, ternyata sudah selesai mereka. 
“ tidak terima kasih “ sahutku. 
“ apa sih kamu itu, sok akrab banget” protes Lili pada Ken yang meski berbisik tapi kudengar jelas dari mejaku. Aku tersenyum. Didapur Ken bertengkar dengan Lili gara-gara menyapaku tadi. 
“ Kamu itu memang tidak pernah cukup ya, dasar lelaki brengsek” kata Lili. 
“ apa sih.. Cuma berusaha baik saja” sahut Ken sambil menggenggam tangan Lili. 
“ jangan sentuh aku” hardik Lili lalu beranjak balik ke kamar lagi. 
“ ehhmm.. aku salah apa ya, wanita memang aneh” gumam Ken. 
“ ahh terserah deh, lebih baik aku cek mesin saja “ pikir Ken. Saat melintas di kotak tidur pasien, Ken melihat dua tubuh pasien wanita yang sangat menggiurkan. Memang semua pasien saat ditidurkan dengan kondisi  telanjang  
“eehhhmm.. mungkin aku perlu membuat perjalanan ini jadi tidak membosankan “ kata ken dalam hati sambil tersenyum licik. Ken membangunkan salah satu pasien dengan menekan tombol 
“wake up”dan mulai mengarahkan kepala pasien yang sexi itu ke pangkal pahanya yang sudah tanpa celana. “ Pecandu Sex berat “ baca Ken pada keterangan disebelah kotak tidur. 


“ ehmm.. sempurna” Ken tersenyum. “ehmm.. ehmm” Ken memejamkan mata ke enakan saat penisnya dikulum oleh pasien wanita tadi.  
“oohhh jilatan lidahnya sangat sahdu di penisku, rasanya aku tidak akan bertahan lama. Hanya 3 menit Ken sudah muncrat, spermanya melayang-layang di udara karena tekanan udara di luar angkasa. 
“ thanks ya sayang..” sahut Ken pada pasien wanita tadi yang tersenyum kepadanya. 
“sekarang kamu tidur lagi ya” sahut ken seraya menempelkan pistol bius pada pasien tersebut. Ken mengembalikan tubuh pasien yang sudah tidur tadi ke kotaknya.  
“ sekarang giliranmu sayang.. “ kata ken sambil membuka dua kotak sebelah pasien yang tadi.
“ehmm.. dosis uap tidur di sector B rasanya seperti mau habis. Lebih baik aku beritahu dokter Luna untuk membereskannya” kata Lili kemudian beranjak untuk menuju sector B. 
“hai.. kenapa ada dua kotak tidur yang terbuka?”  gumam Lili. Belum juga selesai Lili berpikir kenapa, Dia melihat Ken tanpa sehelai benangpun sedang dihisap penisnya oleh dua pasien wanita. 
“ dasar bajingan, aku benar-benar tidak percaya ini “ teriak Lili. Ken yang saat itu penisnya berada di salah satu pasien dan tangan ken sedang meremas payudara pasien wanita lainnya tersentak kaget mendengar teriakan Lili. 
“ Kamu gila ya!. Kamu bangunkan mereka hanya untuk menyetubuhinya?.. Kamu tahu hampir semua pasien disini adalah pecandu sex dengan kekerasan” maki Lili. 
“ tunggu-tunggu aku bisa jelaskan.. yang ini tidak kok” jelas Ken. Sementara itu tanpa sepengetahuan Ken dan Lili kedua pasien wanita tadi bermain-main tombol disebelah kotak tidur mereka. 
“ hai.. banyak sekali tombolnya ya” canda mereka. 
“ CLIKS.. WOOOSSHHH “ semua kotak tidur pasien terbuka, dan semuanya terbangun dari tidur..!!

“Biip.. biip..biip” aku mendengar suara pelan alarm di monitor. “ehhmm.. sector B. Ken pasti sedang membereskan sesuatu” gumamku. “ mungkin mereka butuh bantuan, sebaiknya aku cek “ kamu beranjak menuju sector B. 
“huuh.. Mengapa pekerjaan mereka selalu tidak beres, merepotkan saja. Tapi mereka seharusnya.. AAAHHHHH!!!!..” omelanmu terputus saat melihat Kepala Lili dan Ken sudah terpisah dari tubuhnya dalam keadaan telanjang bulat berdarah-darah. 
“ HAH.. ADA APA INI? Teriakku dalam hati. Aku melihat semua kotak tidur telah kosong. “ brengsek, semua pasien melarikan diri. Aku harus segera ke ruang senjata” aku mengendap-endap ke ruang senjata yang memang tidak jauh dari situ. Aku kembali sembunyi saat sampai di ruang senjata. Terdengar derap banyak suara kaki. Aku beranikan mengintip sedikit. Terlihat banyak pria telanjang bulat sedang memegang senjata. “ tembak semua orang yang memakai seragam biru. Itu musuh kita” teriak salah seorang dari mereka. Segera aku lepas seragamku sampai telanjang, supaya mereka juga mengira aku adalah pasien juga.
Apa yang harus aku lakukan? Aku sendirian di pesawat ini dengan 1.500 orang gila  yang kebanyakan adalah pasien penyimpangan sexual. Aku mulai menangis..

Aku harus segera meminta bala bantuan. Lanjut disini




1b.Aku harus segera mencari senjata. Lanjut disini




1c.Aku harus segera menuju kapsul penyelamat dan melarikan diri. Lanjut disini