16 Nov 2014

1b1a

“60 detik untuk evakuasi”  hah. Tombol sudah menyala penghitungan mundur sudah dimulai. Dengan masih telanjang bulat, Aku berlari sekencang-kencangnya menuju kapsul penyelamat. Payudara dan pantatku bergoyang-goyang mengikuti langkah kaki dalam berlari. Terburu-buru aku buka pintu kapsul dan mulai menyalakan mesinnya. “ 30 detik untuk evakuasi “ teriak computer lagi. “ oohhh Tuhan.. semoga masih sempat keluar dari pesawat terkutuk ini” jeritku dalam hati. Aku nyalakan mesin sambil ku pakai helm dan  baju astronotku. “20 detik untuk evakuasi “.. “ ZIIIGGHH.. BLASSST” kapsul penyelamat berangkat  dengan cepat meluncur melalui pipa take off keluar dari pesawat. “ 10 detik untuk evakuasi.. 10.. 9.. 8” samar-samar masih bisa terdengar computer sudah menghitung waktu mundur.  “ BLIIIGHT” kapsul sudah berada diluar pesawat, 5 detik kemudian pesawat meledak dengan hebat. Hentakan ledakannya membuat kapsulmu terdorong menjauhi pesawat. “ ohhh.. terima kasih Tuhan” batinku lega.  Dari jauh aku lihat puing-puing pesawat bertebaran kemana-mana.

“ Control come in.. Control come in.. “ aku mulai komunikasi dengan pusat.  Dan mereka mendengarnya. Aku kirim kordinatku agar segera dikirim regu penyelamat. 
“ OK falcon.. Please wait immediately. Thank you.. out” ooohhh.. terima kasih Tuhan.” Aku sungguh bersyukur bisa keluar dari pesawat yang berisi maniak-maniak itu. Kasihan Ken dan Lili. Aku sangat kehilangan mereka.

“ mama!” suara itu mengagetkanku. Ternyata dani yang sembunyi disini sejak dibangunkan tadi. Dani tidak berbahaya aku sudah mempelajari filenya. 
“ kesini sayang”  sahutku pelan. Aku memeluknya dia balas memelukku sangat erat. Kami berdua sangat ketakutan dengan kondisi ini. “ kau tidak apa-apa sayang” kataku padanya nanda biscaraku sengaja aku buat seperti seorang ibu yang melindungi anaknya. Tujuanku supaya dia tenang dan tidak mengangguku.  



“ mama.. aku mau minum susu “ katanya lagi. 
“ OK..OK.. nanti akan saya buatkan untukmu sayang “ kataku sambil kembali memeluknya. Tiba-tiba dani menurunka kepalanya ke payudaraku dan menghisap kedua putingku dengan enaknya. Sesaat aku kaget, tapi aku merasakan rasa nyaman dan nikmat menjalar pada tubuhku. Aku mencari pistol biusku. “ ehhmm tapi apa salahnya bila aku nikmati dulu rasa ini” aku bergumam dalalm hati sambil tersenyum sendiri. 
“ Mama, please jangan tinggalkan aku lagi” kata dani. “ tentu sayangku” sahutku. “ ayo mama.. aku tunjukkan betapa aku menginginkanmu” kata dani lagi. Dani menidurkan aku di lantai yang beralaskan karpet lembut, lalu memelukku dari belakang. Menciumi leher dan telingaku, meremas payudaraku serta jari-jarinya meraba-raba vaginaku dengan sangat antusias. Aku menggelinjang seperti ular, karena mendapat serbuan dani. Dengan mendekapku erat dari belakang, penis dani mulai ditempelkan mencari lubang vaginaku. Jantungku berdesir saat penis dani bergesekan dengan vaginaku. Terasa sangat basah di pangkal pahaku.


kamu yakin mau lanjutkan ini?