“60 detik untuk evakuasi” hah. Tombol sudah menyala penghitungan mundur
sudah dimulai. Dengan masih telanjang bulat, Aku berlari sekencang-kencangnya
menuju kapsul penyelamat. Payudara dan pantatku bergoyang-goyang mengikuti
langkah kaki dalam berlari. Terburu-buru aku buka pintu kapsul dan mulai
menyalakan mesinnya. “ 30 detik untuk evakuasi “ teriak computer lagi. “ oohhh
Tuhan.. semoga masih sempat keluar dari pesawat terkutuk ini” jeritku dalam
hati. Aku nyalakan mesin sambil ku pakai helm dan baju astronotku. “20 detik untuk evakuasi “..
“ ZIIIGGHH.. BLASSST” kapsul penyelamat berangkat dengan cepat meluncur melalui pipa take off
keluar dari pesawat. “ 10 detik untuk evakuasi.. 10.. 9.. 8” samar-samar masih
bisa terdengar computer sudah menghitung waktu mundur. “ BLIIIGHT” kapsul sudah berada diluar
pesawat, 5 detik kemudian pesawat meledak dengan hebat. Hentakan ledakannya
membuat kapsulmu terdorong menjauhi pesawat. “ ohhh.. terima kasih Tuhan”
batinku lega. Dari jauh aku lihat
puing-puing pesawat bertebaran kemana-mana.
“ Control come in.. Control come in.. “ aku mulai komunikasi
dengan pusat. Dan mereka mendengarnya.
Aku kirim kordinatku agar segera dikirim regu penyelamat.
“ OK falcon.. Please
wait immediately. Thank you.. out” ooohhh.. terima kasih Tuhan.” Aku sungguh
bersyukur bisa keluar dari pesawat yang berisi maniak-maniak itu. Kasihan Ken
dan Lili. Aku sangat kehilangan mereka.
“ mama!” suara itu mengagetkanku. Ternyata dani yang
sembunyi disini sejak dibangunkan tadi. Dani tidak berbahaya aku sudah
mempelajari filenya.
“ kesini sayang”
sahutku pelan. Aku memeluknya dia balas memelukku sangat erat. Kami berdua
sangat ketakutan dengan kondisi ini. “ kau tidak apa-apa sayang” kataku padanya
nanda biscaraku sengaja aku buat seperti seorang ibu yang melindungi anaknya.
Tujuanku supaya dia tenang dan tidak mengangguku.
“ mama.. aku mau minum susu “ katanya lagi.
“
OK..OK.. nanti akan saya buatkan untukmu sayang “ kataku sambil kembali
memeluknya. Tiba-tiba dani menurunka kepalanya ke payudaraku dan menghisap
kedua putingku dengan enaknya. Sesaat aku kaget, tapi aku merasakan rasa nyaman
dan nikmat menjalar pada tubuhku. Aku mencari pistol biusku. “ ehhmm tapi apa
salahnya bila aku nikmati dulu rasa ini” aku bergumam dalalm hati sambil
tersenyum sendiri.
“ Mama, please jangan tinggalkan aku lagi” kata dani. “
tentu sayangku” sahutku. “ ayo mama.. aku tunjukkan betapa aku menginginkanmu”
kata dani lagi. Dani menidurkan aku di lantai yang beralaskan karpet lembut,
lalu memelukku dari belakang. Menciumi leher dan telingaku, meremas payudaraku
serta jari-jarinya meraba-raba vaginaku dengan sangat antusias. Aku
menggelinjang seperti ular, karena mendapat serbuan dani. Dengan mendekapku
erat dari belakang, penis dani mulai ditempelkan mencari lubang vaginaku.
Jantungku berdesir saat penis dani bergesekan dengan vaginaku. Terasa sangat
basah di pangkal pahaku.
kamu yakin mau lanjutkan ini?







