Aku melihat wajah nikmat Nita yang begitu cantik. Kepalanya kadang
mendongak ke atas, matanya terpejam-pejam. Sesekali dia gigit bibir bawahnya.
Kedua tangannya melingkar pada pantat pacarnya, dan menarik-narik pantat itu
dengan keras sekali. Aku melihat penis Aldi yang besar itu semakin amblas di
vagina Nita. Semakin mengkilat saja penis itu.
Lalu kaki Nita dirapatkan sedemikian rupa. Dan segera pantat
Aldi mulai mundur dan maju.
Ufh.., pemandangan yang begitu indah yang kulihat
sekarang. hatiku berdesir Baru kali ini aku menyaksikan sepasang manusia bersetubuh tepat di
depanku secara langsung. Semakin mereka mempercepat tempo gerakannya, semakin
aku terangsang begitu rupa. Tanganku yang tadi hanya membelai-belai vaginaku,
kini mulai menyentuh kelentitku.
aku mulai menyentuh klitorisku. terasa nikmat menjalar diseluruh
badanku. Aku tidak kuasa membendung perasaan itu, dan jariku mulai menemukan
lubang kemaluanku yang berlendir itu. Dengan berusaha membayangkan Aldi
menyetubuhiku, kumasukkan jari tengahku ke dalam lubang itu dalam-dalam.
Kelembutan di dalam vaginaku dan gesekan di dinding-dindingnya membuatku
mendesah kecil.
Sambil mengeluar-masukkan jari tengahku, aku membayangkan betapa
besar dan panjangnya penis Aldi. Sudah panjang dan besar, dihiasi oleh urat-uratnya
yang menonjol di lingkaran batang kemaluannya. Itu semua kulihat tadi dan kini
terbayang di dalam benakku. Beberapa menit kemudian, ketika ada sesuatu yang
lain di dalam vaginaku, semakin kupercepat jari ini keluar masukkan. Sambil
terus membayangkan Aldi yang menyetubuhiku,
Kenikmatan mulai mengaliri tubuhku dan semakin aku tidak tahan. Aku
sangat menikmati masturbasiku tanpa melepas pandanganku pada mereka. Belum lagi
telingaku jelas mendengar desahan dan rintihan Nita, aku dapat membayangkan apa
yang dirasakan Nita dan aku sangat ingin sekali merasakannya, merasakan vaginaku
pun dimasuki oleh penis Aldi. Beberapa saat kemudian Aldi mulai melenguh keras.
Kuhentikan kegiatanku dan terus memperhatikan mereka.
"Aakhh... nitttt....
aakh... aku keluaar..!" teriak Aldi membahana.
"Oh... beeb... akuu...
juggaa... akh..!" Kedua tubuh itu bersamaan mengejang. suara Penis Aldi berdecik-decik saat beradu dengan vagina nita.
" crook.crook.." sesaat kemudian Mereka mencapai
orgasmenya secara bersama-sama. Penis Aldi masih menancap di vagina Nita sampai
akhirnya mereka melemas, dan dari belakang tubuh Nita, Aldi memeluknya sambil
meremas kedua payudara Yanti. Mas Sandi memasukkan semua spermanya ke dalam
vagina Nita. Saking banyaknya sperma Aldi sampai meluber semua bagian
selangkangan Nita.
Melihat itu semua Birahiku sudah sampai ubun-ubun, Aku rasa aku akan
mencapai orgasme, aku membalikan badan dan aku memasukkan jari telunjuk ke
dalam lubang vaginaku. Dalam keadaan telentang aku mengangkangkan selebar
mungkin pahaku. Kini dua jariku yang keluar masuk di lubang vaginaku. Maka
kenikmatan itu berlanjut hebat.
Croott.. crot... aku merasa kedua jariku hangat
sekali dan semakin licin. Aku mengangkat ke atas pinggulku sambil tidak melepas
kedua jariku menancap di lubang vaginaku. Beberapa lama tubuhku merinding,
mengejang, dan nikmat tidak terkira. Sampai pada akhirnya aku melemas dan
pinggulku turun secara cepat ketika kenikmatan itu perlahan berkurang.
Aku mencabut jari jemariku dan cairan yang menempel di jari-jari itu segera kujilati. Asin campur
gurih yang kurasakan di lidahku. Dengat mata yang terpejam-pejam kembali aku membayangkan penis Aldi yang sedang kuciumi, kuhisap, dan kurasakan. Cairan yang asin dan gurih itu kubayangkan
sperma Aldi.
“ooohh nikmat dan serunya pengalamanku malam ini”..batinku..
Aku melihat Nita dan Aldi tertidur pulas kelelahan. setelah selesai mengenakan baju aku berniat pamit pulang pada Nita, tapi tidak tega untuk membangunkannya, jadi aku tinggalin note aja di dinding kulkas. " Say. thanks ya atas semuanya.. " jennifer.
dalam perjalanan pulang aku merasa tidak enak karena sudah menolak Nita tadi. padahal aku sedang minta tolong cari kerjaan di papanya. Ya sudahlah daripada makin tidak enak, mending aku kuliah dulu saja deh. Nanti setelah lulus kuliah baru minta tolong lagi ke Nita. moga-moga tidak diajak mandi bareng lagi. batinku..
"Kampus here I Come..!"







