“blesshhh” penis dani masuk dengan serta merta ke liang
vaginaku. Penis itu termasuk berukuran besar bagiku. 18 cm. berdenyut-denyut di
dalam tubuhku bagian bawah. Masuk keluar dengan ritme lambat yang makin
membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Gesekan pelan di dinding vaginaku sangat
terasa sampai ke ujung kepala. Mendadak cepat mendadak lambat. “ ooohh dani..
aku tidak tahan lagi.” Sambil aku gosok-gosok klitoris, aku goyang-goyangkan
pantatku. Penis dani menyodok-nyodok dinding vaginaku.
“ arrrgghhhh… daniiiii”
teriakku nyaring. Dani tidak
memperlambat sodokannya. Penisnya keluar masuk mengocok liang vaginaku dari
belakang sambil meremas payudaraku serta menciumi punggungku.
“ flop.. flop..flop..” semakin lama semakin
cepat. “ mamaaa, aku mau keluar juga” kata dani. Seketika itu juga dani mencabut penisnya dan
menjejalkan ke mulutku.
“ rrggghh.. ugghhhh..splosh.. sploshh.. croot” sperma dani menyemprot memenuhi mulutku. Aku telan dengan rakusnya, sambil terus aku
kocok-kocok. Sperma dani masih terus keluar, sampai muncrat ke jendela kapsul
di belakangku. Dani kemudian duduk di kursi kemudi, mengajakku duduk di
pangkuannya. Penisnya yang masih berdiri tegak mengkilat berlumuran sperma kita
berdua, dimasukkan lagi ke vaginaku yang masih basah.
“ ehhmm.. blesshhh…”
masuk ke liang vaginaku sampai mengetok rahimku. Terasa dalam sampai jantungku
sesak.
“ aku mencintaimu mama” kata dani sambil mengecup bibirku. Aku dan dani
tertidur lelap sambil penis dani tetap menancap di vaginaku.. sampai aku
terbangun oleh teriakan radio dari regu penyelamat yang sudah berada di sebelah
kapsulku. Menatap dengan tidak berkedip pada aku dan dani.
--T A M A T--






.jpg)