16 Nov 2014

1b1a--

“blesshhh” penis dani masuk dengan serta merta ke liang vaginaku. Penis itu termasuk berukuran besar bagiku. 18 cm. berdenyut-denyut di dalam tubuhku bagian bawah. Masuk keluar dengan ritme lambat yang makin membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Gesekan pelan di dinding vaginaku sangat terasa sampai ke ujung kepala. Mendadak cepat mendadak lambat. “ ooohh dani.. aku tidak tahan lagi.” Sambil aku gosok-gosok klitoris, aku goyang-goyangkan pantatku. Penis dani menyodok-nyodok dinding vaginaku. 



“ arrrgghhhh… daniiiii” teriakku nyaring.  Dani tidak memperlambat sodokannya. Penisnya keluar masuk mengocok liang vaginaku dari belakang sambil meremas payudaraku serta menciumi punggungku.  
“ flop.. flop..flop..” semakin lama semakin cepat. “ mamaaa, aku mau keluar juga” kata dani.  Seketika itu juga dani mencabut penisnya dan menjejalkan ke mulutku. 
“ rrggghh.. ugghhhh..splosh.. sploshh.. croot”  sperma dani menyemprot memenuhi mulutku.  Aku telan dengan rakusnya, sambil terus aku kocok-kocok. Sperma dani masih terus keluar, sampai muncrat ke jendela kapsul di belakangku. Dani kemudian duduk di kursi kemudi, mengajakku duduk di pangkuannya. Penisnya yang masih berdiri tegak mengkilat berlumuran sperma kita berdua, dimasukkan lagi ke vaginaku yang masih basah. 
“ ehhmm.. blesshhh…” masuk ke liang vaginaku sampai mengetok rahimku. Terasa dalam sampai jantungku sesak. 
“ aku mencintaimu mama” kata dani sambil mengecup bibirku. Aku dan dani tertidur lelap sambil penis dani tetap menancap di vaginaku.. sampai aku terbangun oleh teriakan radio dari regu penyelamat yang sudah berada di sebelah kapsulku. Menatap dengan tidak berkedip pada aku dan dani.


--T A M A T--