Aku mulai prosedur pembatalan. Memasukkan kode-kode
pembatalan.
“ 50 detik untuk evakuasi “
semakin kupercepat jari-jari menyentuh keyboard. Dek central command mulai mengeluarkan Api. Aku tidak perduli dan tetap
focus mengurai semua kode untuk membatalkan penghancuran. “ 40 detik untuk penghancuran” computer
lagi-lagi berteriak nyaring mengingatkan.

“ oooh Tuhan.. Pleasee bantu aku”
teriakku dalam hati. Pesawat mulai bergoncang-goncang. “ 30 detik untuk
evakuasi “ sambil tetap berusaha membatalkan kode, aku mulai menyesal mengapa
aku tidak langsung lari ke kapsul penyelamat saja. “ 20 detik untuk evakuasi “
aku mulai sulit konsentrasi. pikiranku berkecamuk “ apakah aku harus mati Hari
ini Tuhan” semua menjadi tidak jelas. Air mataku mulai mengalir. Aku sekolah
begitu tinggi hanya untuk mati dengan
keparat-keparat ini. Mulai aku teringat dengan orang tuaku. Kasih sayangnya dan
kebahagiaan yang kudapatkan. Disaat-saat ini aku merasa semuanya begitu
berharga. Tapi segala sudah percuma. “ 10 detik untuk evakuasi.. 10.. 9.. 8.. “
aku sudah putus asa, tapi tetap berusaha membatalkan peledakan. “ 3.. 2.. 1.. “
Tiba-tiba “ Tiiit” bunyi di monitor dan menampilkan “ Code Accepted”..
HAAAH..
BERHASIILLL…!!! Aku tersenyum kegirangan.
BLAARRR!!!.. pesawat tetap meledak. Kamu mati seketika
bersama seisi pesawat. Ternyata kamu berhasil membatalkan bersamaan dengan
computer memicu peledakan. Nyawamu tidak terselamatkan hanya dengan selisih 1
detik saja.. sungguh malang nasibmu…
--T A M A T—





