16 Nov 2014

1b1b

Aku mulai prosedur pembatalan. Memasukkan kode-kode pembatalan.  
“ 50 detik untuk evakuasi “ semakin kupercepat jari-jari menyentuh keyboard. Dek central command mulai  mengeluarkan Api. Aku tidak perduli dan tetap focus mengurai semua kode untuk membatalkan penghancuran.  “ 40 detik untuk penghancuran” computer lagi-lagi berteriak nyaring mengingatkan. 



“ oooh Tuhan.. Pleasee bantu aku” teriakku dalam hati. Pesawat mulai bergoncang-goncang. “ 30 detik untuk evakuasi “ sambil tetap berusaha membatalkan kode, aku mulai menyesal mengapa aku tidak langsung lari ke kapsul penyelamat saja. “ 20 detik untuk evakuasi “ aku mulai sulit konsentrasi. pikiranku berkecamuk “ apakah aku harus mati Hari ini Tuhan” semua menjadi tidak jelas. Air mataku mulai mengalir. Aku sekolah begitu tinggi  hanya untuk mati dengan keparat-keparat ini. Mulai aku teringat dengan orang tuaku. Kasih sayangnya dan kebahagiaan yang kudapatkan. Disaat-saat ini aku merasa semuanya begitu berharga. Tapi segala sudah percuma. “ 10 detik untuk evakuasi.. 10.. 9.. 8.. “ aku sudah putus asa, tapi tetap berusaha membatalkan peledakan. “ 3.. 2.. 1.. “ Tiba-tiba “ Tiiit” bunyi di monitor dan menampilkan “ Code Accepted”.. 
HAAAH.. BERHASIILLL…!!! Aku tersenyum kegirangan.

BLAARRR!!!.. pesawat tetap meledak. Kamu mati seketika bersama seisi pesawat. Ternyata kamu berhasil membatalkan bersamaan dengan computer memicu peledakan. Nyawamu tidak terselamatkan hanya dengan selisih 1 detik saja.. sungguh malang nasibmu…


--T A M A T—