Aku mendengar suara langkah pria itu berlari mengejarku.
Dari balik pintu aku beranikan diri mengintip. Terlihat pria itu melewati
ruangan tempatku sembunyi. Pelan-pelan aku keluar
dari persembunyianku lalu melangkah menuju pintu. Aku buka pintu tersebut dengan
sangat hati-hati. Dan dengan tanpa suara aku tutup lagi.
“ hufftt.. aman”
kataku dalam hati sambil bersandar dipintu, pria itu benar-benar sangat
mengerikan. Aku tidak bisa membayangkan bila aku sampai tertangkap olehnya.
Masih terbayang wajah Hana yang dihantam dengan pipa besi oleh maniak itu.
“ehhmm.. apakah ini gudang?” pikirku dalam hati. Ruangan ini
gelap. Aku melihat di seberang sana ada cahaya redup dan meja yang panjang. Aku
cari saklar lampu di ruangan ini. Aku raba-rab dinding tempat biasanya
terpasang saklar. KLIK’.. Lampu kuning yang tidak terlalu terang menyala.
“Ehhmm lumayan lah sedikit terang” gumamku. Tiba-tiba ada dua tangan yang
menggandeng lenganku. Aku menoleh ke belakang. Tampak lima orang pria telanjang.
Semua botak dan bertato garis tebal tipis di kepalanya. “ saudara-saudaraku, iblis-iblis
sangat bermurah hati dengan mengirimkan kita seorang perawan sebagai tumbal”..
kata salah satu dari mereka.
“ ohh sial.. ini pasti para pasien pemuja setan”
teriakku dalam hati. Jantungku berdebar kencang. Belum juga hilang rasa ngeriku
bertemu maniak dengan pipa besi itu, sekarang aku bertemu dengan pasien yang
lebih mengerikan.
Dengan sangat jelas aku masih ingat, dokter Edward atasan
yang mengirimku di misi ini mengingatkan. Hati-hati dengan pasien wiliam
brothers. Lima orang pemuja setan yang selalu mencari wanita untuk dikorbankan
pada iblis dengan membunuhnya di meja altar. Sebelum dibunuh wanita itu harus
dimandikan dengan sperma mereka. Mereka percaya darah wanita bercampur sperma
akan membangkitkan iblis ke dunia. Hati-hati mereka sangat terorganisir.
“oohh.. Tuhanku tolong selamatkan aku. Please” teriakku.
“ BERHENTI!! PELACUR
ITU MILIKKU..!!” suara teriakan menggema diruangan itu. Terlihat pria dengan
pipa besi yang tadi mengejarku berdiri di depan pintu. “ KALIAN SEMUA PECUNDANG
YANG BERMIMPI AKAN MENJAMAH PELACURKU!!” teriaknya lagi.
“ dan kau akan
membayar penghinaanmu orang biadab” kata salah seorang tadi dengan tenang. “
segera lakukan proses pengorbanan” katanya sekali lagi pada yang lain sambil
mengambil pisau.
Satu orang mengikutinya untuk membantu melawan pria yang
sudah membunuh Hana tadi. Sisanya tiga orang menggendongku menuju meja altar.
Aku berteriak-teriak memberontak sementara aku liat dua orang tadi sudah
bertarung melawan pria dengan pipa besi
itu. “ tenang putri cantik, bila kau menuruti kami, kamu akan mati dengan
nikmat. Tapi bila tidak kamu akan mati dengan kepedihan” bisiknya padaku. Aku
telungkupkan dimeja altar. Satu orang memegang kedua tanganku, seseorang
lainnya memegang kedua kakiku. Sisanya memotong bra dan G-string bunnyku dengan
pisaunya. Setelah semua lepas pria itu mulai menjilatiku dari punggungku,
pinggang, pantat, paha sampai telapak kaki. Aku masih memberontak meski aku tau
itu tidak ada artinya. Pria itu melanjutkan dengan menjilati anal dan vaginaku
dari belakang dambil meremas-remas payudaraku. “ jangan kuatir.. monster ini
tidak akan menyakitimu lagi” terdengar suara dari depanku. Saat aku lihat
tampak di depan wajahku kepala pria dengan pipa besi itu tanpa tubuh disodorkan
ke mukaku. Berlumuran darah, matanya melotot dan lidahnya terjulur keluar.
“
HAAAAAH…” aku menjerit sejadi-jadinya. Pria itu kemudia melempar kepala yang
ditunjukkan kepadaku tadi ke lantai. Penisnya disodorkan ke mulutku dan
memaksaku untuk mengulumnya.
kamu yakin mau melanjutkan ini ?






.jpg)
