16 Nov 2014

1a2b2

Aku mendengar suara langkah pria itu berlari mengejarku. Dari balik pintu aku beranikan diri mengintip. Terlihat pria itu melewati ruangan tempatku sembunyi.  Pelan-pelan aku keluar dari persembunyianku lalu melangkah menuju pintu. Aku buka pintu tersebut dengan sangat hati-hati. Dan dengan tanpa suara aku tutup lagi. 
“ hufftt.. aman” kataku dalam hati sambil bersandar dipintu, pria itu benar-benar sangat mengerikan. Aku tidak bisa membayangkan bila aku sampai tertangkap olehnya. Masih terbayang wajah Hana yang dihantam dengan pipa besi oleh maniak itu.
“ehhmm.. apakah ini gudang?” pikirku dalam hati. Ruangan ini gelap. Aku melihat di seberang sana ada cahaya redup dan meja yang panjang. Aku cari saklar lampu di ruangan ini. Aku raba-rab dinding tempat biasanya terpasang saklar. KLIK’.. Lampu kuning yang tidak terlalu terang menyala. “Ehhmm lumayan lah sedikit terang” gumamku. Tiba-tiba ada dua tangan yang menggandeng lenganku. Aku menoleh ke belakang. Tampak lima orang pria telanjang. Semua botak dan bertato garis tebal tipis di kepalanya. “ saudara-saudaraku, iblis-iblis sangat bermurah hati dengan mengirimkan kita seorang perawan sebagai tumbal”.. kata salah satu dari mereka. 
“ ohh sial.. ini pasti para pasien pemuja setan” teriakku dalam hati. Jantungku berdebar kencang. Belum juga hilang rasa ngeriku bertemu maniak dengan pipa besi itu, sekarang aku bertemu dengan pasien yang lebih mengerikan.

Dengan sangat jelas aku masih ingat, dokter Edward atasan yang mengirimku di misi ini mengingatkan. Hati-hati dengan pasien wiliam brothers. Lima orang pemuja setan yang selalu mencari wanita untuk dikorbankan pada iblis dengan membunuhnya di meja altar. Sebelum dibunuh wanita itu harus dimandikan dengan sperma mereka. Mereka percaya darah wanita bercampur sperma akan membangkitkan iblis ke dunia. Hati-hati mereka sangat terorganisir. 
“oohh.. Tuhanku tolong selamatkan aku. Please” teriakku. 
“ BERHENTI!! PELACUR ITU MILIKKU..!!” suara teriakan menggema diruangan itu. Terlihat pria dengan pipa besi yang tadi mengejarku berdiri di depan pintu. “ KALIAN SEMUA PECUNDANG YANG BERMIMPI AKAN MENJAMAH PELACURKU!!” teriaknya lagi. 



“ dan kau akan membayar penghinaanmu orang biadab” kata salah seorang tadi dengan tenang. “ segera lakukan proses pengorbanan” katanya sekali lagi pada yang lain sambil mengambil pisau.

Satu orang mengikutinya untuk membantu melawan pria yang sudah membunuh Hana tadi. Sisanya tiga orang menggendongku menuju meja altar. Aku berteriak-teriak memberontak sementara aku liat dua orang tadi sudah bertarung  melawan pria dengan pipa besi itu. “ tenang putri cantik, bila kau menuruti kami, kamu akan mati dengan nikmat. Tapi bila tidak kamu akan mati dengan kepedihan” bisiknya padaku. Aku telungkupkan dimeja altar. Satu orang memegang kedua tanganku, seseorang lainnya memegang kedua kakiku. Sisanya memotong bra dan G-string bunnyku dengan pisaunya. Setelah semua lepas pria itu mulai menjilatiku dari punggungku, pinggang, pantat, paha sampai telapak kaki. Aku masih memberontak meski aku tau itu tidak ada artinya. Pria itu melanjutkan dengan menjilati anal dan vaginaku dari belakang dambil meremas-remas payudaraku. “ jangan kuatir.. monster ini tidak akan menyakitimu lagi” terdengar suara dari depanku. Saat aku lihat tampak di depan wajahku kepala pria dengan pipa besi itu tanpa tubuh disodorkan ke mukaku. Berlumuran darah, matanya melotot dan lidahnya terjulur keluar. 
“ HAAAAAH…” aku menjerit sejadi-jadinya. Pria itu kemudia melempar kepala yang ditunjukkan kepadaku tadi ke lantai. Penisnya disodorkan ke mulutku dan memaksaku untuk mengulumnya. 


kamu yakin mau melanjutkan ini ?