Semula aku risih, namun rasa risih itu hilang oleh perasaan yang
lain yang telah menjalar di sekujur tubuh. Ini perasaan luar biasa pertama yang
aku rasakan. aku pun menikmati segala apa yang dia lakukan. Kami benar-benar
melupakan bahwa kami sama-sama perempuan. Perasaan itu hilang karena kenikmatan
yang terus mengaliri tubuh. Dan pada akhirnya kami saling berpandangan, saling
tersenyum, dan bibir kami pun saling berciuman.
Kedua tanganku yang semula tidak bergerak kini mulai melingkar di
pinggangnya. Tanganku menelusuri punggungnya yang halus dari atas sampai ke
bawah dan terhenti di bagian buah pantatnya. Buah pantat yang kencang itu
secara refleks kuremas-remas. Tangan Nita pun demikian, dengan lembut dia pun
meremas-remas pantatku, membuatku semakin naik dan terbawa arus suasana.
Semakin aku mencium bibirnya dengan bernafsu, dibalasnya ciumanku itu dengan
bernafsu pula. Hingga suatu saat ketika Nita melepas ciuman bibirnya, lalu
mulai menciumi leherku dan semakin turun ke bawah, bibirnya kini menemukan buah
dadaku yang mengeras. Tanpa berkata-kata sambil sejenak melirik padaku, Nita
menciumi dua bukit payudaraku secar bergantian. Napasku mulai memburu hingga
akhirnya aku menjerit kecil ketika bibir itu menghisap puting susuku. Dan
sungguh aku menikmati semuanya, karena baru pertama kali ini aku diciumi oleh
seorang wanita. "Akh.., Nitaaaa.., oh..!" jerit kecilku sedikit
menggema. "Kenapa Jen.., enak ya..!" katanya di sela-sela menghisap
putingku.
Kamu yakin mau melanjutkan ini?
Bila tidak, klik dibawah ini








