16 Nov 2014

1b2a

Daripada aku diperkosa oleh mahluk-mahluk biadab itu sampai mati, lebih baik mereka yang mati duluan. “ aku bunuh kalian semua!!” teriakku. Aku raih pistol didekatku dan mulai menembakkan pada mereka. “ blam.. blam” mereka berlari berlindung di balik pintu. Salah satu peluru yang aku tembakkan mengenai kaca pesawat dan mengakibatkan kaca itu retak. “ hai dok.. bagaimana bila kaca ini kita pecah saja dan kita mati bersama” teriak mereka di sambut tawa keras.  Mereka mulai memukul-mukul kaca itu dengan senjata mereka. Aku lari kearah command centre. Tapi terlambat kaca itu sudah pecah dan udara terhisap keluar. Semua barang dan manusia di ruangan itu melayang-layang menuju jendela yang pecah. Aku berhasil memegang sebuah meja besar untuk menahan hisapan udara.



Wanita cantik dan pria botak itu melayang-layang di udara, meluncur menuju jendela pecah. Dan dengan kerasnya menubruk jendela itu. Kacanya pecah berkeping-keping. Lubang di kaca semakin besar. Sedotan udara semakin kencang. Aku sudah tidak kuat untuk menahan peganganku. Giliran pria-pria sangar yang memecahkan jendela tadi terangkat dan satu persatu tersedot keluar dari pesawat. Sambil tertawa mereka semua mati diluar angkasa.
Kepalaku terasa sangat berat saat sofa yang tadi kami buat untuk bercinta menghantam keras di kepalaku, lalu mengahantam jendela. Lubang di jendela sudah sebesar pintu.  Semua barang berputar-putar. Peganganku terlepas. Aku berteriak keras menyesali nasibku yang harus mati dengan cara seperti ini. Gelap mengiringiku menuju penciptaku..




--T A M A T—