16 Nov 2014

1a2b

Aku masuk dengan merangkak dan berpura-pura menangis. Payudaraku menggantung sensual. 
“ maafkan aku nyonya. Aku memang bersalah, aku pantas dihukum. Aku telah bercinta dengan suamimu.. snif.. snif.. hiks” aku berpura-pura. Hana menatapku tajam dan berjalan mengitari tubuhku. Lalu berhenti di belakangku. Pantatku di elus-elusnya. Lalu hana berjongkok menciumiku sambil meremas kedua payudaraku.. 
“ ohh.. nyonya” desahku. Tiba-tiba di berdiri, 



“ dasar pelacur!! Perempuan murahan..!! kamu memang seorang penyedot penis!!..” makinya padaku. “plaasstt!” hana mencambuk pantatku. Aku sangat kaget, tapi aku  Terasa tidak terlalu sakit karena sudah minum obat penghilang rasa sakit sebelumnya. Tapi tetap saja ada bekas cambukan yang langsung memerah dipantatku yang putih. 
“ ohh.. yes.. nyonya aku memang bersalah.. oohh.. aku memang pantas dihukum “ jeritku sambil menutup mata. Saat membuka mataku aku melihat seorang pria aneh berambut acak-acakan memegang pipa besi panjang  1m berlari kea rah kami. 
“ Siapa kau!” teriak Hana sambil mengacungkan cambuknya. Tanpa bicara pria itu langsung mengayunkan pipa besi itu ke wajah Hana. TRAAAK.. hana langsung terjatuh di lantai dan tidak bergerak lagi. 
“hahahaha.. aku sangat ingin memukulmu” teriaknya sambil meludahi tubuh Hana yang sudah berlumuran darah. Aku sangat terkejut melihatnya, dan hanya bisa terpana. 
“ hahaha.. sekarang giliranmu!” katanya sambil menoleh ke arahku. “ ohh sial” aku langsung berlari sekencang kencangnya. 
“ hei kembali! jangan lari manis.. jika kamu menginginkan aku bisa menghukummu dengan sangat kasar.. hahaha” teriaknya dari belakangku. 
“ ohh gila.. pria itu benar-benar maniak” kataku. Aku berbelok ke kanan. Melihat sebuah ruangan dan sembunyi di balik pintu. 
“ Sial pistol biusku tertinggal. Aku tidak punya senjata lagi. Bagaimana ini? “ jeritku panik. Aku melihat ada pintu lagi, yang aku rasa menuju gudang.


1a2b1 aku tunggu beberapa saat lalu kembali mengambil pistol biusku. Lanjut sini






1a2b2 lebih baik aku langsung ke pintu itu. Lanjut sini