Aku masuk dengan merangkak dan berpura-pura menangis.
Payudaraku menggantung sensual.
“ maafkan aku nyonya. Aku memang bersalah, aku
pantas dihukum. Aku telah bercinta dengan suamimu.. snif.. snif.. hiks” aku
berpura-pura. Hana menatapku tajam dan berjalan mengitari tubuhku. Lalu
berhenti di belakangku. Pantatku di elus-elusnya. Lalu hana berjongkok
menciumiku sambil meremas kedua payudaraku..
“ ohh.. nyonya” desahku. Tiba-tiba
di berdiri,

“ dasar pelacur!! Perempuan murahan..!! kamu memang seorang
penyedot penis!!..” makinya padaku. “plaasstt!” hana mencambuk pantatku. Aku
sangat kaget, tapi aku Terasa tidak
terlalu sakit karena sudah minum obat penghilang rasa sakit sebelumnya. Tapi tetap
saja ada bekas cambukan yang langsung memerah dipantatku yang putih.
“ ohh..
yes.. nyonya aku memang bersalah.. oohh.. aku memang pantas dihukum “ jeritku
sambil menutup mata. Saat membuka mataku aku melihat seorang pria aneh berambut
acak-acakan memegang pipa besi panjang
1m berlari kea rah kami.
“ Siapa kau!” teriak Hana sambil mengacungkan
cambuknya. Tanpa bicara pria itu langsung mengayunkan pipa besi itu ke wajah
Hana. TRAAAK.. hana langsung terjatuh di lantai dan tidak bergerak lagi.
“hahahaha.. aku sangat ingin memukulmu” teriaknya sambil meludahi tubuh Hana
yang sudah berlumuran darah. Aku sangat terkejut melihatnya, dan hanya bisa
terpana.
“ hahaha.. sekarang giliranmu!” katanya sambil menoleh ke arahku. “
ohh sial” aku langsung berlari sekencang kencangnya.
“ hei kembali! jangan lari
manis.. jika kamu menginginkan aku bisa menghukummu dengan sangat kasar.. hahaha”
teriaknya dari belakangku.
“ ohh gila.. pria itu benar-benar maniak” kataku.
Aku berbelok ke kanan. Melihat sebuah ruangan dan sembunyi di balik pintu.
“
Sial pistol biusku tertinggal. Aku tidak punya senjata lagi. Bagaimana ini? “
jeritku panik. Aku melihat ada pintu lagi, yang aku rasa menuju gudang.
1a2b1 aku tunggu beberapa saat lalu kembali mengambil pistol
biusku. Lanjut sini
1a2b2 lebih baik aku langsung ke pintu itu. Lanjut sini






