Aku mengendap-endap menuju kapsul penyelamat. Aku sangat takut
sekali bila sampai bertemu dengan mereka lagi. Ini harus segera di akhiri. Pesawat dengan isi
sampah masyarakat ini pasti akan ditembak hancur bila aku melapor ke pusat
control sebelum aku menyelamatkan diri.
Aku teringat disebelah ruangan kapsul penyelamat ada ruangan lagi berisi
tombol “ self distruction” yaitu tombol untuk meledakkan pesawat ini sendiri.
Aku lanjutkan langkahku melewati sebuah koridor yang kiri kanannya terbuat dari
kaca.
“ hemm aku sangat mirip dengan pasien sakit jiwa sekarang” kataku dalam
hati. Mascara yang luntur, rambut acak-acakan, berjalan dengan lemas dan
berurai air mata tanpa sehelaI benangpun.
“ aah. Persetan.. yang penting aku
selamat” kataku lagi dalam hati. Aku sudah sampai di ujung koridor. Aku melihat
dua pintu. Yang satu berwarna coklat kusam, dan yang satunya berwarna biru
dengan tulisan “ authorized only”. Aku mengingat-ingat pintu mana yang akan
menuju ruangan kapsul penyelamat.
1c 1 Pintu coklat kusam. Lanjut disini
1c2 Pintu biru. Lanjut disini






.jpg)
