Perjalananan balik ke kamar aku gelisah mengingat-ingat
kejadian yang baru saja kulihat, bayang-bayang Vito menyetubuhi Andri begitu
menguasai pikiranku. Tak kuasa aku menahan tanganku untuk kembali mengusap-usap
seluruh bagian sensitif di tubuhku. Namun sesampai dikamar mendengar lenguhan
dan desahan. Seperti suara Susi. Batinku. Aku mencoba membuka sedikit pintu kamar, Tubuh Susi setengah melonjor di
sofa dengan kaki menapak kelantai, Kelvin berlutut dilantai dengan badan berada
diantara kedua kaki Susi, Mulutnya mengulum-ngulum vagina Susi, tak lama
kemudian Kelvin meletakan kedua tungkai kaki Susi dibahunya dan kembali
menyantap segitiga venus yang semakin terpampang menguak lebar dan basah dimukanya.
Tak ayal Susi menggelinjang diperlakukan seperti itu. Melengkapi kenikmatan
yang sedang melanda dirinya satu tangan Susi mencengkram kepala Kelvin, tangan
lainnya meremas-remas payudaranya sendiri serta memilin putingnya.
Beberapa saat kemudian mereka berganti posisi, Susi yang
berlutut di lantai, mulutnya mengulum penis Kelvin, kepalanya turun naik,
tangannya mengocok-ngocok batang kenikmatan itu, sekali-kali dijilatnya bagai
menikmati es krim. Setiap gerakan kepala Susi sepertinya memberikan sensasi
yang luar biasa bagi Kelvin.
"Aaahh.. aauugghh.. teruss sayangg" desah Kelvin.
"Ohh.. sayangg.. enakk sekalii"
Suara desahan dan erangan kelvin membuat Susi makin bernafsu melumat kejantanan Kelvin.
"Ohh.. Susii.. ngga tahann.. masukin sayangg"
pinta Kelvin.
Kamu meliha penis kelvin sudah horny berat. mendongak keatas dan basah banget. siap untuk dilebur ke vagina Susi yang juga sudah basah mengkilat.
Kamu makin jengah melihat semua temenmu lagi asyik sendiri.
Mendingan aku pulang aja deh, lanjut disini







