12 Nov 2014

Jennifer e1.a1

Perjalananan balik ke kamar aku gelisah mengingat-ingat kejadian yang baru saja kulihat, bayang-bayang Vito menyetubuhi Andri begitu menguasai pikiranku. Tak kuasa aku menahan tanganku untuk kembali mengusap-usap seluruh bagian sensitif di tubuhku. Namun sesampai dikamar mendengar lenguhan dan desahan. Seperti suara Susi. Batinku. Aku mencoba membuka sedikit  pintu kamar, Tubuh Susi setengah melonjor di sofa dengan kaki menapak kelantai, Kelvin berlutut dilantai dengan badan berada diantara kedua kaki Susi, Mulutnya mengulum-ngulum vagina Susi, tak lama kemudian Kelvin meletakan kedua tungkai kaki Susi dibahunya dan kembali menyantap segitiga venus yang semakin terpampang menguak lebar dan basah dimukanya. Tak ayal Susi menggelinjang diperlakukan seperti itu. Melengkapi kenikmatan yang sedang melanda dirinya satu tangan Susi mencengkram kepala Kelvin, tangan lainnya meremas-remas payudaranya sendiri serta memilin putingnya.
Beberapa saat kemudian mereka berganti posisi, Susi yang berlutut di lantai, mulutnya mengulum penis Kelvin, kepalanya turun naik, tangannya mengocok-ngocok batang kenikmatan itu, sekali-kali dijilatnya bagai menikmati es krim. Setiap gerakan kepala Susi sepertinya memberikan sensasi yang luar biasa bagi Kelvin.
"Aaahh.. aauugghh.. teruss sayangg" desah Kelvin.
"Ohh.. sayangg.. enakk sekalii"
Suara desahan dan erangan kelvin membuat Susi makin  bernafsu melumat kejantanan Kelvin.

"Ohh.. Susii.. ngga tahann.. masukin sayangg" pinta Kelvin.
Kamu meliha penis kelvin sudah horny berat. mendongak keatas dan basah banget. siap untuk dilebur ke vagina Susi yang juga sudah basah mengkilat.


Kamu makin jengah melihat semua temenmu lagi asyik sendiri. Mendingan aku pulang aja deh, lanjut disini







Kamu udah tidak tahan lagi setelah melihat vito dan andri sekarang susi dan Kevin. Kamu terusin lihat live shownya lanjut disini