Sepertinya pintu ini yang menuju kapsul. Aku buka pintu
pelan-pelan. Tampak gelap didalamnya. Aku masuk dan meraba-raba di dinding
untuk mencari tombol lampu. Setelah aku temukan segera aku pencet tombol lampu
itu. Lampu menyala! dan aku melihat sekumpulan orang yang aku lihat tadi di
ruang senjata. Sekitar delapan orang menoleh bersamaan ke arahku. Mereka
memegang berbagai macam senjata. Dan mereka juga memegang senjata canon
penghancur atom. Senjata andalan berupa bazooka sebesar sofa yang dinamai
“falcon canon”. Senjata itu meluncurkan medan electro magnetic yang bisa
menghancurkan inti atom setiap mahluk hidup ataupun benda yang mempunyai
energy.
“hai. Dia si nyonya dokter.. aku pernah melihatnya saat dia menyuntikku
dengan bius” teriak salah satu dari mereka.

“ehhmm.. sudah lama aku ingin
menembakkan pistol besar ini nyonya.. dan kamu akan mendapatkan kehormatan
untuk merasakannya pertama kali” teriak pemimpinnya. Jantungku berdetak sangat
kencang. Payudaraku naik turun. Mereka tertawa keras. Aku melihat ada pistol yang tergeletak di meja
disebelah kiriku. Dan aku melihat disebelah kananku pintu kembali yang aku buka
tadi hanya ber jarak lima meter. Aku berpikir keras apa yang harus aku lakukan.
Menembakkan bazooka butuh jeda paling tidak satu sampai dua detik. Aku pasti
sempat menembak mati semua pria itu. Tapi bila aku langsung berlari ke pintu
aku pasti bisa mencapainya dan langsung menghilang dari mereka. Pistol atau
pintu..
1c1a Pistol. Lanjut disini
1c1b Pintu. Lanjut disini






