12 Nov 2014

Jennifer K1a1

Aku belum bisa bereaksi sama sekali saat itu selain mencoba memejamkan mata dengan air mata yang terus berlinang. Dengan sabar pak Yanto menciumku berkali kali sampai akhirnya tanpa terasa aku mulai membuka bibirku yang tipis dan langsung dimanfaatkan oleh beliau untuk memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulutku. 
“Mmmmpphhhhh ….hhheehhhh….mmmmppphhhh …” Aku mulai berdesah sebagai reaksi atas ciuman pak Yanto yang semakin gencar dengan permainan lidahnya dan mulai mencairkan keteganganku. Tanpa kusadari tanganku yang melingkari pinggangnya mulai kugunakan untuk memeluk pak Yanto sehingga tubuh kami sekarang saling merapat, kulit bertemu kulit. Kurasakan Vaginaku bergesekan dengan pahanya yang berbulu sedangkan penis pak Yanto bergesekan dengan perut dan payudaraku. Gesekan demi gesekan mulai membangkitkan gairahku sekaligus juga keberanianku untuk mulai menyambut aksi beliau. Vaginaku terasa mulai lembab ……………. 



Pak Yanto kelihatannya juga merasakan dari gesekan dengan pahanya sehingga beliau mulai lebih intensif menggerak-gerakan pahanya pada kemaluanku. Aku meresponnya dengan merenggangkan pahaku sehingga seluruh kemaluanku sekarang bisa bergesekan dengan paha pak Yanto. “Aahhhhhhhhhh …..geli paaak…” Desahku saat pak Yanto mengalihkan ciumannya ke telinga dan leher kiriku “Ohhhhh….oohhhh …. Ohhhh ….ohhh….paaak….ohhhh…” suara desahanku makin tidak terkendali saat pak Yanto mulai meremas-remas payudara dengan tangan kanannya. Tiba-tiba pak Yanto berlutut di depanku dan bibirnya langsung memangut puting susuku untuk dihisap-hisapnya, sedangkan tangan kanannya sekarang mengelus-elus kemaluanku. “Bapaaaak…oohhhhhh…..paaak….Aku mau diapain ….ohhhhh…..” aku terus mendesah hampir tidak berhenti. “Ouchhhhhh…..hhhhh….shhhh…shhhh.shhhhhh” Hanya desisan yang bisa kukeluarkan saat pak Yanto memasukkan jarinya ke dalam liang senggamaku lalu mengocoknya dengan cepat. Pelan-pelan kemaluanku mulai becek dikarenakan menerima rangsangan-rasangan yang pak Yanto berikan padaku. Rasa takutku sudah hilang sama sekali demikian juga kekhawatiran akan mengecewakan beliau karena ternyata aku terus “digarapnya” walaupun sampai saat ini aku masih bersikap pasif. Setelah lubang senggamaku semakin becek dan merekah, pak Yanto lalu berdiri lagi dan dengan perlahan-lahan menekuk kakinya sehingga sekarang penisnya ada di depan vaginaku. Aku mengerti maksudnya yang akan menyetubuhiku dalam posisi berdiri.
Aku mencoba membantu beliau dengan merenggangkan kakiku sambil memajukan vaginaku agar liang senggamanya lebih mengarah kedepan. Ternyata upayaku yang hanya berdasakan naluri itu cukup berhasil, kurasakan kepala penis beliau sudah ada di depan liang senggamaku sambil berputar-putar mencari posisi yang tepat untuk masuk. 
BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS …. Penis pak Yanto akhirnya masuk dengan mulus kedalam liang senggamaku. “UUUUUUUHHHHHHHHHHHHHHHHHHH………..” Tanpa bisa ditahan lagi aku mengeluarkan suara lenguhan keras saking nikmatnya. Setelah seluruh batang penisnya masuk, pak Yanto memelukku dengan kedua telapak tangannya meremas buah pantatku. Kemudian dengan perlahan-lahan dia meluruskan kakinya sehingga secara otomatis aku terangkat ke atas oleh dorongan penisnya pada vaginaku.
Walaupun pergerakan penis pak Yanto sangat terbatas, tapi posisi penisnya yang tegak dan tertekan oleh berat tubuhku sendiri membuat terasa sangat nikmat seolah-olah menembus sampai jantungku. “Ohhhh…ohhhhh….ohhh….ohhhh….ohhh..” aku terus mendesah mengikuti gerakan bossku Tak berapa lama kemudian pak Yanto menyandarkanku ke dinding kamar dan mulai menggenjot penisnya dengan lebih cepat karena beban dari berat tubuhku sudah tertahan sebagian oleh dinding kamar. “Addduddduuuuhhhhh…ohhhhh….ohhhhh… ..ohhhh…ouchhhh…..aahhhh….ohhhh…” desahanku semakin menjadi-jadi. “AAAAAAAAAAAA.. RRRRRRRHHHHHHHHHHHH……….” Akhirnya aku mengerang nikmat dengan keras saat orgasmeku datang. Pak Yanto menurunkan intensitas genjotan penisnya untuk memberikan kesempatan padaku menikmati orgasmeku. Vaginaku membanjir sampai meluber dari sela-sela penis Pak Yanto yang masih menancap di liang kemaluanku. Aku benar-benar merasakan nikmat luar biasa disekitar pangkal pahaku. Orgasme dengan Vagina yang masih dipenuhi penis pak Yanto. 
“Uhhhhhhh….” Aku kembali mendesah saat beliau melepaskan penisnya dari kemaluanku. " Vaginaku serasa bebas dari sesuatu yang besar, penuh dan mengganjal.
"pindah ke ranjang yuk say" ujar Pak Yanto. 
Pak Yanto kemudian menurunkanku sampai kakiku bisa menapak ke lantai. Penisnya kelihatan sekali masih keras dan tegak walaupun sekarang warnanya lebih kemerahan dibandingkan sebelumnya. Kemudian aku dibopongnya ke ranjang. Aku terlentang telanjang bulat dan lemas di tempat tidur. Kucoba mengangkangkan kakiku agar menjadi isyarat bahwa aku masih siap menyambut lagi beliau supaya mencapai ejakulasi. Aku gosok-gosokkan tanganku pada kemaluanku supaya tetap merekah dan basah. Pak Yanto lalu naik ke ranjang sambil mengocok-ngocok penisnya sampai ke dekat kemaluanku dan langsung memasukkannya lagi ke dalam liang senggamaku. BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS ……………. 


Masih mau lanjut ?