Aku sangat ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan Hana
padaku bila aku masuk kesana. Aku kembali ke command centre. Baru saja aku
menutup pintu tiba-tiba aku berpapasan dengan beberapa orang pria yang memegang
senjata. “ hai lihat, ada seorang pelacur tersesat” teriak mereka. Gawat.. aku
harus segera lari. Mereka semua mengejarku sambil berteriak-teriak seperti
sedang berburu rusa di hutan. Dalam ingatanku aku pernah membaca file pasien
yang bertype cannibal sex selalu berkelompok bila memburu mangsanya. Diperkosa
beramai-ramai kemudian dimakannya. Sangat mungkin yang aku temui ini adalah
type tersebut. “Ooh tuhan tolong aku..” gumamku sambil bercucuran air mata. Aku
tidak percaya semua ini. Baru saja pagi tadi begitu tenang, dan beberapa jam
kemudian aku sudah dikejar sekelompok pemerkosa dan pemakan manusia.
Seseorang diantara mereka menembakkan pistolnya padaku. “
blam.. blam” meleset mengenai lampu dinding koridor hingga meledak di
belakangku. Aku tidak peduli. Ada pintu didepanku sekitar 20m lagi. “ Ahhh… “
tersa panas dan perih. Peluru mengenai kakiku. “ ohh.. Tuhanku.. oh Tuhanku..” aku berusaha berdiri dan berjalan
terpincang-pincang. “ BLaammm.. Blamm.. zigh” tembakan kembali terdengar.
Meleset mengenai pintu besi didepanku. Kakiku sakit sekali. Darah segar mengucur
dari luka tembakan di kakiku. Aku sudah sampai dipintu.” Aku selamt.. aku
selamat” gumamku dalam hati. Segera aku
buka sekuat tenaga. “ Ooohh noooo..” pekikku. Pintunya terkunci !!.. beberapa
detik kemudian aku merasa ada tangan yang memegang pundakku. Aku menoleh
kebelakang. Tampak seorang tersenyum menunjukkan giginya yang kuning
mengerikan. Sekejap kemudian dia mengendongku dengan di iringi teriakan riuh
teman-temannya. “ohh Tuhanku lindungilah aku” doaku dalam hati.
Kamu diperkosa beramai-ramai kemudian memakanmu. Sungguh
biadab. Disinilah ajalmu.!
--T A M A T—






