Aku tidak habis pikir kenapa Nita lakuin ini semua.
“
Apa-apaan kamu Nit.. “ teriakku sambil mehentakkan tangan Nita.
“ Loh Jen kamu
kok marah gini. Kamu tidak suka ya?” sahut nita Lirih.
“ OK..OK.. Maafin aku ya
jen. Aku kira kamu bakal tidak keberatan”.kata Nita memohon kepadaku. Aku
ngeloyor pergi ke kamarku tanpa peduli dengan Aldi yang terbengong-bengong
merasa bersalah. Nita menyusulku ke kamar. Saat aku kemasi pakaianku Nita
memelukku dari belakang.
“ maafin aku ya jeen..” pintanya memelas. Terasa Payudara
Nita menempel erat di punggungku, dan bulu kemaluannya menggesek di pantatku. Punggungku
terasa basah. Ternyata Nita menangis, dan air matanya membasahi punggungku.
Jadi tidak enak juga sama Nita. Aku balikkan badanku dan membisikkan padanya
“
Iya nit.. aku maafin kok.. udah lupain ajah” bisikku. Nita mengangguk, raut
mukanya memperlihatkan bila dia memang sangat menyesal.
“ aku pulang dulu ya
nit.. ga enak ngeganggu kamu sama Aldi” kataku. Nita malah menggenggam erat
tanganku.
“jangan pergi Jen.. PLeasee” katanya dengan mata berkaca-kaca. Kembali Dia memelukku erat. Aku membalas
pelukannya. Entah kenapa aku merasa sangat tentram dengan pelukan Nita. Payudara
kami kembali beradu. Terasa putingnya menempel pada putingku.
“ Bukankah Kamu
masih berhutang Orgasme sama aku?..” bisik Nita pelan tepat dibelakang
telingaku.
Aku tersenyum dan mulai meraba payudaranya, pelan-pelan
wajah kami semakin dekat, hidungku bertemu hidungnya. Hembusan nafas Nita yang sudah memburu terasa di wajahku.
Kulingkarkan tanganku pada lehernya dan bibir kami mulai saling mendekat hingga
bertemu.
Aku mengeluarkan lidah menjilati bibirnya, dia juga ikut mengeluarkan lidahnya
membalas ciumanku. Lidah kami menari-nari dalam mulutnya. Tangannya yang lembut
membelai punggungku menimbulkan sensasi geli yang nikmat. Demikian pula halnya
tanganku turut mengelus punggungnya, sementara tangan kananku meremas
payudaranya sambil memilin-milin putingnya, puting itu makin mengeras karena
terus kumain-mainkan. Tanpa melepas ciuman, kudorong tubuhnya supaya terlentang
di kasur. Terlihat Nita sangat cantik dengan posisi telanjang dan terlentang
seperti itu. Aku segera menindihnya.
Ciuman kami semakin hot seiring dengan gairah yang makin membara dalam diri
kami. Suara-suara kecupan bercampur dengan erangan tertahan dan nafas kami yang
makin menderu.
Kamu yakin mau melanjutkan ini?







