Kepalaku berputar bagaimana cara memanfaatkan moment ini. Sekalian
kecebur sekalian basah deh. Pikirku. Aku stop tangan pak Irfan
“maaf pak, kalau
pak Irfan maunya seperti ini, saya minta tidak Cuma absen saya yang diperbaiki,
tapi saya juga minta jaminan lulus dengan nilai bagus di kampus ini” kataku gentian
tegas.
“ itu bisa diatur” sahut pak irfan.
“tidak pak saya butuh jaminan, saya
akan merekam saat kita bercinta nanti dan akan saya sebarin bila saya tidak
lulus dengan nilai bagus” kataku.
“ loh nanti bila malah kamu sebarin buat
meras aku gimana?” sahut pak Irfan tak kalah tegas.
“ tidak mungkin pak, karena
itu akan membuat saya malu untuk kuliah disini lagi, dan saya bukan type cewek
seperti itu pak. Bila Pak irfan mau dengan syarat saya, akan saya buat pak
Irfan merasakan kenikmatan yang bakal tidak bisa pak Irfan lupakan” sahutku.
Pak irfan berpikir sejenak. Pasti dia akan sangat tertarik pikirku. Kemudian berkata
“ baiklah asal kamu bisa puasin aku, akan aku jamin kamu lulus dengan nilai
yang sangat bagus”. Aku keluarin handphoneku, lalu aku set perekam videonya,
lalu aku pasang di meja kerja pak Irfan. Aku mulai meloloskan pakaianku dengan
pelan-pelan. T-shirtku, rok pendekku, dan mulai melepas BH dan celana dalamku. Sampai
aku sudah telanjang bulat di depan pak Irfan yang bengong melihat tubuhku tanpa
selembar benangpun. Aku sendiri heran dengan keberanianku ini. Aahh.. kepalang
basah.
Sejenak kemudian digandengnya tanganku menuju sofa. Dia
menjatuhkan pantatnya disana, namun dia mencegahku ketika aku mau duduk,
disuruhnya aku berdiri di hadapannya, sehingga kemaluanku tepat di depan
wajahnya. Pak Irfan meremas pantatku dengan nafsu, dan bersiap-siap menciumi vaginaku.
Kamu yakin mau lanjutkan ini ?






.jpg)
